PURWODADI, PERHUTANI (29/06/2026) | Perum Perhutani KPH Purwodadi melaksanakan kegiatan pengecekan lokasi tebangan di Petak 20 Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Terkesi, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Penganten, pada Senin (29/06). Kegiatan tersebut dipimpin bersama Wakil Administratur KPH Purwodadi, Henry Kristiawan, didampingi jajaran BKPH Penganten sebagai bagian dari pengawasan langsung terhadap pelaksanaan tebangan agar berjalan sesuai ketentuan teknis kehutanan dan prinsip pengelolaan hutan lestari.
Kegiatan peninjauan dilakukan untuk memastikan kesiapan lokasi, kondisi tegakan, batas petak, akses angkutan kayu, serta penerapan prosedur tebangan yang benar. Selain itu, evaluasi lapangan juga dilakukan guna meminimalkan dampak terhadap lingkungan, menjaga keamanan kegiatan, serta memastikan proses pemanenan hasil hutan tetap memperhatikan aspek konservasi dan keberlanjutan sumber daya hutan.
Wakil Administratur KPH Purwodadi bersama jajaran BKPH Penganten juga memberikan arahan kepada petugas di lapangan agar seluruh tahapan kegiatan tebangan dilaksanakan secara tertib administrasi, mengutamakan keselamatan kerja, serta menjaga kelestarian tegakan tinggal sehingga fungsi ekologis kawasan hutan tetap terpelihara.
Wakil Administratur KPH Purwodadi Henry Kristiawan, menyampaikan bahwa kegiatan monitoring lapangan merupakan bagian penting dalam memastikan seluruh kegiatan pemanfaatan hasil hutan berjalan sesuai dengan rencana kerja dan prinsip pengelolaan hutan berkelanjutan.
“Pengecekan lokasi tebangan ini bertujuan memastikan seluruh proses di lapangan dilaksanakan sesuai ketentuan yang berlaku, mulai dari penandaan pohon, teknik penebangan, hingga pengangkutan hasil hutan. Perhutani berkomitmen menjaga keseimbangan antara pemanfaatan hasil hutan dan upaya pelestarian lingkungan melalui penerapan sistem tebangan yang terencana serta dilanjutkan dengan kegiatan penanaman kembali pada areal yang telah dipanen. Dengan demikian, produktivitas hutan tetap terjaga sekaligus memberikan manfaat ekonomi, sosial, dan ekologis bagi masyarakat,“ ujar Henry.
Sementara itu, salah seorang warga Desa Terkesi, Mulyanto, mengapresiasi keterlibatan langsung Perhutani dalam mengawasi kegiatan tebangan di lapangan.
“Kami melihat Perhutani selalu melakukan pengawasan secara langsung sehingga kegiatan tebangan berjalan tertib dan tidak merusak lingkungan sekitar. Kami berharap pengelolaan hutan yang baik ini terus dilakukan karena keberadaan hutan sangat penting bagi masyarakat, baik sebagai penyangga sumber air, pencegah erosi, maupun sumber penghidupan yang dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan,“ ungkapnya Mulyanto.
Melalui kegiatan pengecekan ini, Perhutani KPH Purwodadi menegaskan komitmennya untuk terus menerapkan tata kelola kehutanan yang profesional, transparan, dan berwawasan lingkungan. Pengawasan secara berkala di setiap lokasi tebangan diharapkan mampu menjaga kelestarian hutan sekaligus memastikan pemanfaatan hasil hutan dilakukan secara bertanggung jawab demi keberlanjutan sumber daya hutan bagi generasi mendatang. (Komp-PHT/Pwd/Fadil).
Editor : Aris