GUNDIH, GROBOGAN RAYA (09/04/2026) | Komandan Korem 073/Makutarama Kolonel Arm Ezra Nathanael meninjau lokasi rencana pembangunan Brigade Teritorial Pembangunan (BTP) di Desa Monggot, Kecamatan Geyer, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah. Satuan baru ini diproyeksikan tidak hanya memperkuat aspek pertahanan, tetapi juga menjadi motor penggerak kesejahteraan masyarakat di wilayah tersebut.
Kunjungan ini merupakan langkah awal dalam percepatan pembangunan satuan teritorial yang dinilai strategis. Pembangunan BTP dirancang untuk menyentuh berbagai dimensi pembangunan nasional secara terintegrasi.
“Dampak yang kita sasar mencakup aspek ideologi, politik, ekonomi, sosial, budaya, hingga pertahanan dan keamanan. Kehadiran BTP diharapkan mampu mendorong kemajuan signifikan bagi Kabupaten Grobogan,” ujar Komandan Korem 073/Makutarama Kolonel Arm Ezra Nathanael dalam sambutannya di Pendopo Kecamatan Geyer.
Menurut Komandan Korem 073/Makutarama Kolonel Arm Ezra Nathanael, konsep Brigade Teritorial Pembangunan merupakan bagian dari strategi TNI Angkatan Darat untuk memperkuat ketahanan wilayah. Melalui satuan ini, personel militer diharapkan dapat berkontribusi langsung dalam meningkatkan taraf hidup warga sekitar melalui berbagai program pembangunan infrastruktur dan pemberdayaan.
Camat Geyer Oetoyo menyambut baik rencana tersebut dan menyatakan kesiapan wilayahnya untuk mendukung proyek strategis ini. Ia mengungkapkan bahwa pihak terkait telah menyiapkan lahan yang cukup luas untuk memfasilitasi pembangunan markas dan sarana pendukung lainnya.
“Kami telah menyiapkan dua lokasi untuk ditinjau dengan total luas lahan mencapai 30 hektare. Lahan tersebut telah disiapkan melalui koordinasi dengan Perhutani Gundih,” kata Camat Geyer Oetoyo.
Ia berharap kehadiran BTP tidak hanya berdampak pada stabilitas keamanan, tetapi juga mampu menggerakkan ekonomi kerakyatan di wilayah Geyer, antara lain melalui penciptaan lapangan kerja baru bagi warga lokal dan peningkatan aksesibilitas wilayah.
Administratur KPH Gundih Haris Setiana mengingatkan pentingnya kepatuhan terhadap aturan lingkungan. Perhutani pada prinsipnya bersedia bekerja sama dalam penguatan fasilitas pertahanan negara, namun seluruh proses administrasi dan teknis harus merujuk pada regulasi pengelolaan kawasan hutan yang berlaku.
“Kami berkomitmen untuk terus bersinergi dengan seluruh pemangku kepentingan. Dukungan terhadap program pemerintah dilakukan dengan tetap menjaga kelestarian hutan agar manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan oleh generasi mendatang,” tegas Administratur KPH Gundih Haris Setiana.
Sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan instansi terkait lainnya menjadi kunci utama agar pembangunan BTP di Grobogan ini dapat memberikan kontribusi nyata, baik bagi kedaulatan negara maupun kesejahteraan sosial-ekonomi masyarakat setempat. (Gdh/Dwi)
Editor: Aris
Copyright © 2026